Search
Thursday 30 October 2014
  • :
  • :

Dosa Membunuh

Membunuh Termasuk Dosa Besar

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, dia kekal di dalamnya, dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang haq, dan tidak berzina; barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya). Azab untuknya akan dilipatgandakan pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat,…” (QS. Al-Furqan: 68-70)

Dan juga Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. Al-Maidah: 32)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya, karena dosa apa dia dibunuh?” (QS. At-Takwi: 8-9)

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan..”, kemudian menyebutkan (di antaranya adalah), “membunuh jiwa yang Allah haramkan.”

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ketika beliau ditanya,

“Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab, “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Orang itu berkata, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut akan ikut makan bersamamu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Apabila ada dua orang muslim saling berhadapan dengan (menenteng) pedang mereka berdua (dan saling membunuh), maka yang membunuh dan yang terbunuh (sama-sama) di dalam neraka.” Ditanyakan (kepada beliau), “Yang membunuh itu (masuk akal bila masuk neraka) tapi bagaimana dengan yang terbunuh?” Beliau menjawab, “Karena dia (yang terbunuh tersebut sebenarnya) juga sangat ingin membunuh rivalnya.”

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Seorang mukmin senantiasa berada pada kelapangan dari agamanya, selama tidak menumpahkan darah yang haram.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Janganlah kalian menjadi orang-orang kafir setelah aku (wafat), di mana sebagian kalian akan memenggal leher sebagian yang lainnya.”

Basyir bin al-Muhajir berkata, dari Ibnu Buraidah, dari bapaknya, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sungguh membunuh seorang mukmin adalah lebih besar di sisi Allah daripada hilangnya dunia.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Seseorang akan senantiasa berada pada kelapangan dari agamanya, selama dia tidak menumpahkan darah yang haram.” Ini adalah lafazh riwayat al-Bukhari.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Yang paling pertama diputuskan (dalam pengadilan Allah) pada perkara antara manusia adalah masalah darah (yang ditumpahkan).”

Quraisy berkata, dari asy-Sya’bim dari Abdullah bin Amr, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dosa besar yang paling besar adalah: menyekutukan Allah (syirik), membunuh jiwa (yang diharamkan Allah) dan durhaka kepada kedua orang tua...

Kemudian dari Humaid bin Hilal, (dia berkata), Kami diberitakan oleh Bisyr bin Ashim (dia berkata), Kami diberitakan oleh Uqbah bin Malik, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Sesungguhnya Allah enggan atas orang yang membunuh seorang mukmin.”, beliau bersabda demikian tiga kali. Dan ini adalah (shahih) berdasarkan syarat Muslim.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bebrsabda,

Tidaklah seseorang dibunuh secara zhalim melainkan putra Nabi Adam yang pertama (sang pembunuh) ikut menanggung darahnya (maksudnya: dosanya), karena dialah orang yang paling pertama memberikan tauladan membunuh.” Muttafaq alaih.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Barangsiapa yang membunuh seorang kafir yang memiliki perjanjian damai dengan kaum Muslimin (mu’ahad), maka dia tidak akan mencium wangi surga, padahal sesungguhnya wanginya surga dapat tercium dari jarak empat puluh tahun perjalanan.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan an-Nasa’i

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Ketahuilah, barangsiapa yang membunuh seorang yang mendapat jaminan perlindungan suaka (mu’ahid) yaitu yang mendapatkan jaminan Allah dan jaminan Rasul-Nya, maka sungguh orang tersebut telah mengkhianati perlindungan Allah dan dia tidak akan mencium wangi surga, padahal sesungguhnya wanginya surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (Dishahihkan oleh at-Tirmidzi.)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Barangsiapa yang membantu untuk membunuh seorang mukmin (sekalipun) dengan sepotong kata, niscaya dia akan bertemu Allah (pada Hari Kiamat) dalam keadaan tertulis di antara kedua matanya, ‘Terputus dari rahmat Allah’.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah, dan dalam isnadnya terdapat permasalahan.

Dari Mu’awiyah, (beliau berkata), Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Semoga Allah mengampuni setiap dosa, kecuali seseorang yang mati dalam keadaan kafir, atau seseorang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja.” (Diriwayatkan oleh an-Nasa’i)

Sumber: 76 Dosa Besar yang Dianggap Biasa, al-Imam al-Hafizh adz-Dzahabi, Tahqiq Muhyiddin Misti, Darul Haq Cetakan 3 2011/1432 H.

Artikel www.Yufidia.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *