Search
Friday 27 November 2020
  • :
  • :

Doa Kebaikan di Dunia dan di Akhirat

Doa Kebaikan di Dunia dan di Akhirat

Doa Kebaikan di Dunia dan di Akhirat

Salah satu doa yang paling agung yang ada dalam al-Qur’an adalah doa yang disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 201 yang berbunyi: 

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.[al-Baqarah: 201].

 

Doa ini meski memiliki redaksi yang pendek namun memiliki kandungan yang luar biasa, doa ini mengandung permintaan terhadap  tiga hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia yang mengharapkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, tiga hal ini adalah:

 

1. آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً (berilah kami kebaikan di dunia)

Terdapat berbagai penafsiran dari para Ulama tentang makna ‘kebaikan di dunia’ diantaranya adalah penafsiran dari Hasan al-Bashri yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ilmu dan ibadah. Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa yang dimaksud adalah kesehatan yang baik dan hidup yang berkecukupan. [Tafsir al-Qurthubi Juz 2 Hal. 432].

Dan Ibnu Katsir menyatakan dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan kebaikan di dunia ini mencakup setiap yang diinginkan dari masalah dunia berupa kesehatan, tempat tinggal yang luas, rizki yang banyak dan halal, istri shalihah, anak shalih, ilmu bermanfaat, amal shalih, ibadah khusu’, kendaraan yang nyaman, nama baik dan lainnya yang masih dalam cakupan makna kata ‘kebaikan’ secara umum. [Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 Hal. 558].

 

2. وَفِي الآخِرَةِ (dan kebaikan di akhirat)

Yang dimaksud dengan ‘kebaikan di akhirat’ yakni surga dan segala kenikmatan yang mengiringinya berupa rasa aman dari huru-hara yang mengerikan di padang mahsyar, diringankan hisab, dan lainnya. 

 

3. وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (dan peliharalah kami dari siksa neraka)

Yakni dengan dimudahkan untuk menjauhi jalan yang menghantarkan ke neraka, yaitu dengan menjauhi maksiat dan dosa serta meninggalkan perkara syubuhat dan haram.

 

Tidak selayaknya seorang muslim hanya memohon kepada Allah Ta’ala kebaikan dunia semata dan melalaikan kebaikan akhirat; sebab doa yang termaktub dalam surat al-Baqarah ayat 201 ini merupakan pujian Allah Ta’ala bagi orang-orang beriman, dan celaan bagi orang-orang musyrik yang dalam ayat sebelumnya mencantumkan doa mereka yang hanya meminta kebaikan dunia semata dengan mengatakan:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا

“Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”. [al-Baqarah: 200]

 

akibat dari doa mereka ini, Allah tidak memberi mereka bagian kenikmatan di akhirat.

 

Namun, tidak patut pula seorang muslim hanya memohon kebaikan di akhirat dan melupakan kehidupan dunia. Dalam shahih Muslim diriwayatkan:

 

عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَادَ رَجُلًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدْ خَفَتَ فَصَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ كُنْتَ تَدْعُو بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ؟»

Dari sahabat Anas, pernah pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk salah seorang sahabatnya yang dalam kondisi sangat lemah dan kurus. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya padanya, “apakah kamu telah berdoa dan meminta sesuatu kepada Allah?”

Orang itu menjawab:

 نَعَمْ، كُنْتُ أَقُولُ: اللهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ، فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا

“Ya, aku telah berdoa, “Ya Allah jika aku kelak akan disiksa di akhirat, maka segerakanlah di dunia ini.” 

 

lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata padanya, 

 

 ” سُبْحَانَ اللهِ لَا تُطِيقُهُ – أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ – أَفَلَا قُلْتَ: 

اللهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ “

Subhanallah, engkau tidak akan kuat menanggung siksa Allah. jangan begitu, tapi berdoalah:

Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

 قَالَ: فَدَعَا اللهَ لَهُ، فَشَفَاهُ [رواه مسلم (2688)]

Anas bin Malik berkata: Lalu Rasulullah berdoa kepada Allah untuknya sehingga orang tersebut diberi kesembuhan. [HR. Muslim No. 2688]

 

Lewat doa ini Allah Ta’ala mengajarkan kita manhaj yang benar dalam menjalani kehidupan di dunia ini, yaitu dengan lebih mementingkan akhirat tanpa melupakan dunia; karena dalam doa ini mengandung satu hal untuk kehidupan dunia yaitu kebaikan dunia, dan dua hal untuk kehidupan akhirat yaitu kebaikan akhirat yang berupa surga dan selamat dari siksa neraka. Hal ini ditekankan dalam ayat lain yang berbunyi:

 

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi… [Al-Qashash: 77].

 

Inilah manhaj ilahi yang ditempuh oleh para Nabi. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sendiri menjadikan doa ini adalah doa yang paling sering beliau panjatkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik: 

 

Doa yang paling banyak dipanjatkan Rasulullah adalah: 

 

اللهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.[Muttafaq ‘alaih].

 

Demikian pula hal inilah yang dimohonkan oleh Nabi Musa ‘alaihissalam kepada Allah Ta’ala:

 

وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ

“Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” [al-A’raf: 156]

 

Oleh sebab itu, tidak sepatutnya kita melewatkan doa yang agung ini dalam setiap untaian doa yang kita panjatkan kepada Allah Ta’ala, semoga Allah menjadikannya sebab bagi kita untuk meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta keselamatan dari siksa api neraka.

Wallahu Ta’ala a’lam.