Search
Wednesday 1 October 2014
  • :
  • :

Abdullah bin Al-Mubarak

Abdullah bin Al-Mubarak (118–181 H)

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Al-Mubarak bin Wadhih, Abu Abdurrahman Al-Handzali. Namun, beliau lebih dikenal dengan namanya “Ibnul Mubarak”. Ayahnya berasal dari Turki dan ibunya dari Khawarizmi. Beliau dilahirkan pada tahun 118 H. Gelar beliau sangat banyak, di antaranya: Al-Hafizh, Syekh Al-Islam, Fakhr Al-Mujahidin, pemimpin para ahli zuhud, dan masih banyak gelar lainnya. Beliau habiskan usianya untuk melakukan safar dalam rangka berhaji, berjihad, dan berdagang. Karena itu, beliau dikenal dengan “As-Saffar” (orang yang rajin melakukan perjalanan).

Guru dan murid Abdullah bin Al-Mubarak

Beliau sering melakukan perjalanan dan petualangan dalam mencari hadis, sehingga beliau memiliki guru yang sangat banyak. Di antara guru beliau adalah Sulaiman At-Taimi, `Ashim Al-Ahwal, Humaid Ath-Thawil, Rabi` bin Anas, Hisyam bin `Urwah, Al-Jariri, Ismail bin Abi Khalid, Khalid Al-Hadza`, Barid bin Abdillah, dan masih banyak deretan ulama lainnya. Bahkan, beliau juga menulis hadis dari orang yang lebih muda atau lebih rendah tingkatan ilmunya dibanding beliau.

Murid beliau juga sangat banyak; tersebar di berbagai negeri yang tak terhitung jumlah mereka, karena dalam setiap Ibnul Mubarak bersafar, banyak orang yang menimba ilmu dari beliau. Di antara murid senior beliau adalah Abdurrahman bin Mahdi, Yahya bin Ma`in, Hibban bin Musa, Abu Bakr bin Abi Syaibah, Utsman bin Abi Syaibah, Ahmad bin Mani`, Ahmad bin Jamil, Al-Husain Al-Maruzi, Hasan bin `Arafah, dan masih banyak ulama besar lainnya.

Pujian ulama untuk Ibnul Mubarak

Para ulama memberikan banyak pujian untuk beliau karena kemuliaan dan ilmu beliau. Berikut ini beberapa pujian yang disampaikan para ulama untuk beliau:
1. Ibnu Mahdi mengatakan, “Pemimpin (agama) ada empat: Malik, Ats-Tsauri, Hammad bin Zaid, dan Ibnul Mubarak.” Ibnu Mahdi lebih memuliakan beliau daripada Ats-Tsauri.
2. Ahmad bin Hambal mengatakan, “Belum ada orang yang sezaman dengan beliau yang lebih rajin dalam menuntut ilmu melebihi Ibnul Mubarak.”
3. Abbas bin Mus’ab mengatakan, “Abdullah bin Mubarak mengumpulkan ilmu hadis, fikih, bahasa Arab, sejarah, keberanian, kedermawanan, dan kecintaan dari semua kalangan.”
4. Hasan bin Isa bin Masirjis mengatakan, “Para murid Ibnul Mubarak berkumpul, kemudian mengatakan, ‘Mari kita sebutkan kelebihan Ibnul Mubarak.’ Mereka menyebutkan, ‘Dalam dirinya terkumpul ilmu, fikih, adab, nahwu, bahasa, sifat zuhud, keberanian, syair, kefasihan dalam berbicara, kebiasaan rajin bertahajud, kebiasaan rajib beribadah, haji, perang, kepiawaian dalam menunggang kuda, sifat diam untuk hal yang tidak penting, keadilan, dan sifat jarang berselisih dengan orang di sekitarnya.’”
5. Ibnu Ma`in mengatakan, “Beliau adalah ulama yang tsiqah dan kuat hafalannya. Kitab yang pernah beliau sampaikan dalam menyampaikan hadis memuat 20.000 hadis.”
6. Yahya bin Adam mengatakan, “Jika saya mencari permasalahan yang terperinci dan tidak saya temukan di kitab karya Ibnul Mubarak maka saya putus asa untuk mencarinya.”
7. Syu’aib bin Harb mengatakan, “Andaikan saya mencurahkan seluruh kemampuan saya selama tiga hari dalam setahun, untuk melakukan usaha sebagaimana yang dilakukan Ibnul Mubarak, saya pasti tidak mampu.”
8. Dari Nu’aim bin Hammad, bahwa Ibnul Mubarak menceritakan bahwa ayahnya pernah berpesan kepadanya, “Sungguh, jika aku menemukan kitabmu, akan aku bakar!” Ibnul Mubarak mengatakan, “Tidak ada masalah bagiku. Semua sudah tersimpan di dadaku.”

Masih banyak sederet pujian yang diberikan para ulama untuk beliau. Sampai, ketika Imam Adz-Dzahabi menyebutkan biografi beliau, Adz-Dzahabi mengatakan, “Demi Allah, saya mencintainya karena Allah. Saya mengharapkan kebaikan dengan mencintainya, karena Allah telah memberikan kenikmatan kepadanya berupa ketakwaan, sifat rajin beribadah, keikhlasan, jihad, ilmu yang luas, ketelitian dalam ilmu, dan sifat-sifat terpuji lainnya.”

Di antara bukti kedermawanan beliau adalah beliau menginfakkan, kepada fakir miskin, 100.000 dirham (sekitar 2,8 milyar rupiah) setiap tahunnya.

Karya Ibnul Mubarak

Beliau meninggalkan banyak karya tulis yang sangat berharga, di antaranya adalah:
1. Tafsir Al-Qur`an. Merupakan kitab tafsir yang ditulis oleh Ibnul Mubarak.
2. Ad-Daqaiq fi Ar-Raqaiq. Buku ini mengumpulkan beberapa hadis-hadis yang menggugah hati.
3. Riqa` Al-Fatawa.
4. Al-Musnad. Sebagaimana kitab musnad lainnya, kitab ini merupakan kumpulan hadis bersanad lengkap yang sampai kepada Ibnul Mubarak.
5. Al-Jihad. Buku ini, secara khusus, mengupas fikih jihad dan aturan-aturannya. Buku ini juga membahas tentang tata cara shalat khauf. Penjelasan yang disampaikan dalam buku ini berbentuk pembawaan hadis yang disertai sanadnya.
6. Az-Zuhd. Berisi kumpulan hadis tentang zuhud dan keutamaanya.

Wafatnya Ibnul Mubarak

Beliau meninggal di ranjang, sepulang dari peperangan melawan Romawi. Tepatnya, di daerah Hait, pada bulan Ramadan tahun 181 H. Semoga Allah merahmati Imam Abdullah bin Al-Mubarak. (Adz-Dzahabi, Tadzkirah Al-Huffazh, Al-Maktabah Asy-Syamilah, volume 1, hlm. 275)

Artikel www.yufidia.com




One thought on “Abdullah bin Al-Mubarak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *