Search
Saturday 20 December 2014
  • :
  • :

Kufur

Definisi kufur

Kufur”, secara bahasa, berarti ‘menutupi’. Allah berfirman, yang artinya, “Seperti hujan yang tanaman-tanamannya membuat para kuffar menjadi kagum.” (QS. Al-Hadid:20). Kata “kuffar” pada ayat ini bermakna ‘para petani’. Mereka disebut “kuffar” karena para petani adalah orang yang suka menutupi benih dengan tanah.

Sedangkan “kufur”, menurut istilah syariat, adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.

Jenis-jenis kekufuran

Kekufuran ada dua jenis: kekufuran besar dan kekufuran kecil.

a. Kekufuran besar

Kekufuran besar adalah perbuatan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Kekufuran besar ada lima macam:

Pertama: Kufur takdzib (kekufuran akibat mendustakan)

Misalnya: Jika seseorang berkeyakinan bahwa Muhammad itu berdusta, Alquran merupakan buatan Muhammad, Alquran itu tidak otentik, maka orang ini kafir karena telah mendustakan wahyu Allah.

Dalil bahwa mendustakan Islam termasuk kekufuran yang akbar adalah firman Allah, yang artinya, “Dan siapakah yang lebih bersikap aniaya dibandingkan orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran tatkala kebenaran datang kepadanya? Bukankah dalam neraka jahanam ada tempat bagi orang-orang yang kafir?” (QS. Al-Ankabut:68)

Kedua: Kufur iba’ dan istikbar (kekufuran karena enggan dan sombong, padahal dia membenarkan Islam)

Contohnya adalah kekufuran iblis. Dia percaya bahwa Allah itu Maha Esa, bahkan iblis pernah berdialog langsung dengan Allah. Namun, iblis tidak mau tunduk kepada Allah karena dia bersikap sombong.

Dalilnya adalah firman Allah, yang artinya, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam.’ Lalu, mereka tunduk kecuali iblis; ia enggan dan congkak, dan ia termasuk orang-orang kafir.’” (QS. Al-Baqarah:34)

Ketiga: Kufur syak (kekufuran karena ragu)

Misalnya: Jika ada orang yang ragu, apakah Alquran itu wahyu Allah ataukah buatan manusia, atau orang tersebut ragu tentang akhirat, berarti dia telah terjerumus ke dalam kekufuran yang akbar.

Dalil bahwa perbuatan ini termasuk kekufuran adalah firman Allah, yang artinya, “Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia bersikap aniaya terhadap dirinya sendiri. Ia berkata, ‘Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira bahwa hari kiamat itu akan datang, serta sekiranya aku dikembalikan kepada Rab-ku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik.’ Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rab) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki? Akan tetapi. aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rab-ku, dan aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.’” (QS. Al-Kahfi:35–38]

Keempat: Kufur i’radh (kekufuran karena berpaling)

Maksudnya adalah berpaling dari agama Islam; dia tidak mau tahu tentang agamanya, sama sekali tidak peduli dengan Islam; tidak pernah ibadah, tidak mengenal Islam, dan lain sebagainya.

Dalil bahwa perbuatan ini termasuk kekufuran adalah firman Allah, yang artinya, “Dan orang-orang itu berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka.” (QS. Al-Ahqaf:3)

Kelima: Kufur nifaq (kekufuran karena bersikap munafik)

Bentuknya adalah dengan menampakkan keislaman secara lahiriah, namun menyembunyikan kekafiran dalam hatinya.

Dalil bahwa hal ini termasuk kekufuran adalah firman Allah, yang artinya, “Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara) lahiriah lalu kafir (secara batiniah), kemudian hati mereka dikunci mati. Karena itu, mereka tidak dapat mengerti.” (QS. Al-Munafiqun:3)

b. Kekufuran kecil

Kekufuran kecil adalah perbuatan kekufuran yang tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam.

Di antara jenis kekufuran kecil adalah kufur ‘amali, yaitu perbuatan dosa yang disebutkan di dalam Alquran dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa yang menyebabkan kekufuran tetapi tidak mencapai derajat kekufuran besar, seperti: kufur kepada nikmat Allah, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya, yang artinya, “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir.” (QS. An-Nahl:83)

Membunuh orang muslim juga termasuk salah satu bentuk kekufuran kecil, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Mencaci orang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah suatu kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Termasuk bentuk kekufuran kecil yaitu bersumpah dengan nama selain Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan.” (HR. At-Tirmidzi, dan dinilai hasan oleh beliau; dinilai sahih oleh Al-Hakim)

Perbedaan antara kekufuran besar dan kekufuran kecil:

  1. Kekufuran besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya, sedangkan kekufuran kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)nya, sesuai dengan kadar kekufurannya, tetapi pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman.
  2. Kekufuran besar menjadikan pelakunya kekal dalam neraka, sedangkan pada kekufuran kecil, jika pelakunya masuk neraka, ia tidak kekal di dalamnya. Bisa pula, Allah memberikan ampunan kepada pelakunya, sehingga ia tiada masuk neraka sama sekali.
  3. Kekufuran besar menjadikan darah dan harta pelakunya menjadi halal, sedangkan pada kekufuran kecil tidak demikian.
  4. Kekufuran besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, meskipun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kekufuran kecil tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kemaksiatannya.

Referensi:

  • At-Tauhid li Ash-Shaff Ats-Tsalis Al-Ali. Dr. Shaleh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan.

Artikel www.Yufidia.com



Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Mahasiswa Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM.


One thought on “Kufur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *