Search
Friday 7 August 2020
  • :
  • :

Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim

Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim

Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِين

“Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” [Yunus: 85-86].

Makna Doa

  • رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim)
    Ya Tuhan kami janganlah Engkau binasakan kami dengan tangan musuh-musuh kami. Dan janganlah Engkau jadikan kami di bawah kekuasaan mereka sehingga mereka dapat dengan leluasa menyiksa kami dan memaksa kami keluar dari agama kami, dan mereka menjadi merasa lebih baik dari kami dan berkata: “Seandainya mereka ini benar niscaya kita tidak akan dapat mengusai dan mengazab mereka.”
  • وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِين (Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir)
    Bebaskanlah kami dengan rahmat dan kebaikan-Mu dari orang-orang kafir yang mengingkari kebenaran, agar kami selamat dari keburukan mereka dan agar kami dapat menjalankan kewajiban agama kami sesuai dengan syari’at tanpa ada yang menentang dan menghalangi.

Penjelasan

Doa ini merupakan bagian dari banyak doa yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an yang ada pada kisah nabi Musa ketika menghadapi Fir’aun. Doa ini Allah sebutkan setelah Dia mengisahkan tentang Bani Israil yang enggan beriman kepada Nabi Musa kecuali sedikit dari mereka saja padahal telah datang kepada mereka berbagai bukti dan mukjizat dari Allah.

Sekelompok kecil dari Bani Israil yang beriman kepada Nabi Musa ini berasal dari kalangan para pemuda, mereka beriman dengan penuh rasa takut dari Fir’aun dan tentaranya karena khawatir akan disiksa dan dipaksa untuk meninggalkan agama Nabi Musa.

Kemudian Nabi Musa meminta para pengikutnya untuk menegaskan keimanan mereka kepada Allah dengan bertawakkal dan menyerahkan urusan mereka kepada-Nya. Merekapun menyatakan bahwa mereka bertawakkal kepada Allah seraya berdoa:

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِين

“Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”

Doa ini sangat penting untuk senantiasa kita baca dan kita panjatkan, melihat keadaan umat Islam sekarang yang berada pada titik yang paling lemah sepanjang sejarah. Umat Islam di berbagai tempat berada dalam kekuasaan orang-orang kafir, mereka disiksa dan dizalimi tanpa dapat melakukan perlawanan, dihalangi dan dilarang menjalankan peribadatan dan dipaksa untuk meninggalkan agama mereka. Hal ini seperti keadaan para pengikut Nabi Musa ketika itu berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Fir’aun.

Dengan memperbanyak membaca doa ini kita berharap Allah menjauhkan kita dari fitnah dan cobaan yang datang dari orang-orang kafir, karena fitnah mereka dapat membahayakan keimanan dan aqidah. Rasulullah sendiri telah memerintahkan kita untuk berlindung dari segala fitnah dan cobaan, beliau bersabda:

تعوَّذوا باللَّه من الفتن: ما ظهر منها، وما بطن

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik itu yang nampak maupun yang tersembunyi.”     

Fitnah dan cobaan dari orang-orang kafir yang zalim dapat menjadikan seseorang meninggalkan agamanya jika ia tidak menguatkan iman dan tawakkal kepada Allah, dan juga dapat menambah kekafiran mereka karena merasa mendapat kekuasaan dari Tuhan berkat kebenaran yang mereka ikuti.

Doa ini mengajarkan orang-orang beriman untuk tidak hanya memikirkan nasib diri mereka sendiri, namun juga memikirkan nasib orang lain; tidak hanya memikirkan keselamatan hidayah diri mereka, namun juga memikirkan supaya orang yang tersesat tidak semakin tersesat.

Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah dan cobaan dari orang-orang zalim, dan meneguhkan kita di atas hidayah yang telah Allah berikan, amin.

Referensi:

  • Tafsir Fathul Qadir. Imam as-Syaukani. Jilid 2 Halaman 654.
  • Tafsir Taisir ar-Rahman Fii Tafsir al-Qur’an. Abdurrahman bin Nashir bin Sa’di. Jilid 3 Halaman 728.