Search
Sunday 17 December 2017
  • :
  • :

Hadis Menuntutlah Ilmu Sekalipun Sampai ke Negeri Cina

Hadis Menuntutlah Ilmu Sekalipun Sampai ke Negeri Cina

Telaah Hadis “Menuntutlah Ilmu Sekalipun Sampai ke Negeri Cina”

Dalam sebuah majalah yang pernah penulis baca, dikisahkan bahwa ada seorang mubaligh dari Cina berceramah di hadapan jamaah Indonesia. Dia mengemukakan hadis ini seraya berkomentar, “Bapak-bapak, ibu-ibu, seharusnya banyak bersyukur karena bapak ibu tidak perlu repot-repot pergi ke Cina, karena orang Cina-nya sudah datang ke sini.” (!)

Sepanjang ingatan penulis pula, hadis ini tercantum dalam buku pelajaran kurikulum Madrasah Tsanawiyah pada masa penulis, entah kalau sekarang. Akan tetapi, ketika ada seorang kawan menyampaikan hadis ini sewaktu latihan ceramah, ada seorang ustadz yang menegur, “Untuk apa menuntut ilmu ke Cina? Ilmu apa yang mau dicari di sana? Ilmu dunia atau agama?”

Yang patut ditanyakan, apakah hadis yang kondang ini shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Inilah yang menjadi pembahasan kita pada edisi kali ini. Semoga bermanfaat

Teks Hadis

Carilah ilmu sekalipun di negeri Cina.”

Derajat Hadis

BATIL. Hadis di atas diriwayatkan oleh: Ibnu Adi (2:207), Abu Nu’aim (Akhbar Ashbahan, 2:106), Al-Khotiib (Tarikh, 9:364 dan Ar-Rihlah), Al-Baihaqi (Al-Madkhol, 241, 324), Ibnu Abdil Barr (Jami Bayanil Ilmi, 1:7-8) dari jalan Hasan bin Athiyah (ia berkata): Abu ‘Atikah Tharif bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Anas secara marfu (sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Mereka semuanya menambahkan:

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”

Kecacatan hadis ini terletak pada Abu ‘Atikah. Dia telah disepakati akan kelemahannya. Al-Bukhari berkata, “Munkarul hadis.” An-Nasa’i berkata, “Tidak terpercaya.” Abu Hatim berkatanya, “Hadisnya hancur.”

Al-Marwazi bercerita, “Hadis ini pernah disebutkan di sisi Imam Ahmad, maka beliau mengingkarinya dengan keras. Ibnul Jauzi mencantumkan hadis ini dalam Al-Maudhu’at (1:215) dan berkata: ‘Ibnu Hibban berkata, ‘Hadis batil, tidak ada asalnya’.’ Dan disetujui As-Sakhowi’.” (Al-Maqoshid al-Hasanah, Hal. 63)

Kesimpulannya, hadis ini adalah hadis batil dan tidak ada jalan lain yang menguatkannya. (lihat Silsilah Ahadis adh-Dho’ifah, no.416)

Mengkritik Matan (Teks) Hadis

Syaikh Abdul Aziz bin Baz –setelah menjelaskan lemahnya hadis ini-, beliau berkata, “Seandainya hadis ini shahih, maka ia tidaklah menunjukkan tentang keutamaan negeri Cina dan penduduknya karena maksud hadis ini –kalaulah memang shahih- adalah anjuran untuk menuntut ilmu, sekalipun harus menempuh perjalanan yang sangat jauh. Alasannya, menuntut ilmu merupakan perkara yang sangat penting, karena ilmu merupakan penyebab kebaikan dunia dan akhirat bagi orang yang mengamalkannya. Jadi, bukanlah maksud hadis ini adalah negeri Cina itu sendiri melainkan karena Cina adalah negeri yang jauh dari tanah Arab, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai permisalan. Hal ini sangat jelas bagi orang yang mau memperhatikan hadis ini.” (At-Tuhfatul Karimah fi Bayani Ba’dhi Ahadis Maudhu’ah wa Saqimah, Hal. 60)

Tambahannya Shahih?

Adapun tambahan dalam hadis ini dengan lafazh:

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”

Tentang tambahan di atas Syaikh al-Albani berkata, “Lafazh ini diriwayatkan dalam banyak sekali jalur dari Anas sehingga bisa terangkat ke derajat hasan sebagaimana dikatakan oleh al-Hafizh al-Mizzi. Saya telah mengumpulkan hingga sekarang sampai delapan jalur. Selain Anas, hadis ini juga diriwayatkan dari sejumlah sahabat lainnya seperti: Ibnu Umar, Abu Sa’id, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan Ali. Saya sekarang sedang mengumpulkan jalur-jalur lainnya dan menelitinya sehingga bisa menghukumi statusnya secara benar; baik shahih, hasan, atau lemah. Setelah itu, saya mempelajarinya dan mampu mencapai kurang lebih dua puluh jalur dalam kitab Takhrij Musykilah al-Faqr Hal.48-62 dan saya menyimpulkan bahwa hadis ini derajatnya hasan.” (At-Tuhfatul Karimah fi Bayani Ba’dhi Ahadats Maudhu’ah wa Saqimah, Hal. 60)

Al-Hafizh as-Suyuthi juga telah mengumpulkan jalur-jalur hadis ini dalam sebuah risalah khusus, Juz Thuruqi Hadis Tholabil Ilmi Faridhotun Ala Kulli Muslimin, yang disunting Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi dna dicetak oleh Dar Ammar, Yordania.

Namun perlu kami ingatkan di sini, bahwa hadis ini memiliki tambahan yang populer padahal tidak ada asalnya yaitu lafazh “dan muslimah”,

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah.”

Tambahan lafazh “dan muslimah” tidak ada asalnya dalam kitab-kitab hadis. Syaikh Al-Albani berkata, “Hadis ini masyhur pada zaman sekarang dengan tambahan “dan muslimah” padahal tidak ada asalnya sedikit pun. Hal ini ditegaskan oleh al-Hafizh as-Sakhowi. Beliau berkata dalam Al-Maqoshid al-Hasanah, Hal. 277: ‘Sebagian penulis telah memasukkan hadis ini dengan tambahan “dan muslimah” padahal tidak disebutkan dalam berbagai ajlan hadis sedikit pun’.” (Takhrij Musykilatul Faqr, Hal.. 48-62)

Walaupun begitu, makna tambahan ini benar, karena perintah menuntut ilmu mencakup kaum pria dan wanita. Syaikh Muhammad Rosyid Ridho berkata, “Hadis menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim juga mencakup wanita dengan kesepakatan ulama Islam, sekelipun tidak ada tambahan lafazh dan muslimah. Akan tetapi, matan-nya adalah shahih dengan kesepakatan ulama.” (Huquq Nisa Fil Islam, Hal. 18)

Semoga Allah merahmati al-Hafizh Ibnul Jauzi tatkala berkata, “Saya selalu menganjurkan orang-orang untuk menuntut ilmu agama, karena ilmu adalah cahaya yang menyinari. Hanya saya memandang bahwa para wanita lebih utama dengan anjuran ini dikarenakan jauhnya mereka dari ilmu dan menguatnya hawa nafsu pada diri mereka.” Lanjutnya, “Wanita adalah manusia yang dibebani seperti kaum pria, maka wajib atasnya menuntut ilmu agar dapat menjalankan kewajiban dengan penuh keyakinan.” (Ahkam Nisa, Hal. 8-11)

Sejarah mencatat nama-nama harum para wanita yang menjadi para ulama dalam bidang agama, Alquran, hadis, syair, kedokteran, dan sebagainya.

(Lihat kisah mereka dalam kitab Huquq Mar’ah karya. Dr. Nawwal binti Abdulloh Hal. 285-293, ‘Inayah Nisa Bil Hadis Nabawi karya. Syaikh Masyhur Hasan Salman)

 Artikel www.Yufidia.com



Description: hadis yang menjelaskan kewajiban setiap muslim untuk menuntut ilmu meskipun sampai negeri cina diriwayatkan oleh, hadist menuntut ilmu sampai ke negeri china beserta arabnya, hadis yang menjelaskan kewajiban setiap muslim untuk menuntut ilmu meskipun sampai ke negeri cina diriwayatkan oleh, hadist menuntut ilmu sampai ke negeri china diriwayatkan oleh, tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina diriwayatkan oleh

Keywords: hadist, menuntut, ilmu, sampai, ke, negeri, cina, diriwayatkan, oleh, hadis, yg, menjelaskan, kewajiban, setiap, muslim, untuk, meskipun, hadits, yang, negri



One thought on “Hadis Menuntutlah Ilmu Sekalipun Sampai ke Negeri Cina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *