Oleh: Mahmud Musthofa Al-Hajj

Masa muda akan melewati karakteristik-karakteristik tertentu yang menjadikannya sebagai masa hidup yang paling energik sekaligus kecemasan pada waktu yang sama. Ia merupakan fase yang penuh dengan cita-cita, usaha untuk membuktikan diri, dan keinginan untuk menempuh jalan kemandirian dalam hidup. Namun di tengah hiruk pikuk ini, seorang pemuda sering kali berada di persimpangan jalan yang sangat genting, sehingga menuntutnya untuk mengambil keputusan-keputusan penentu yang akan menjadi fondasi garis-garis masa depannya, baik itu yang berkaitan dengan urusan memilih bidang pendidikan, pekerjaan, atau pasangan hidup, karena setiap pilihan dari pilihan-pilihan tersebut mungkin akan membuka satu pintu dan menutup pintu yang lain, dan beberapa di antaranya tidak bisa dibatalkan lagi.

Kegentingan ini tidak hanya tersembunyi di balik urgensi dari keputusan-keputusan tersebut, tapi juga karena sulitnya untuk diambil pada waktu ketika seorang pemuda belum memiliki pengalaman yang mendukungnya dan kedewasaan matang yang dapat menuntunnya, terlebih lagi karena adanya persimpangan besar antara apa yang sebenarnya diinginkan pemuda itu dan apa yang diharuskan baginya karena tekanan masyarakat, keluarga, atau keadaan.

Penyebab Kebingungan dan Keraguan:

  • Kurangnya Pengalaman dan Lemahnya Arahan

Banyak pemuda yang tidak memiliki pengalaman yang praktis dan nyata yang dapat membantunya untuk mengambil keputusan sulit, karena sekolah atau universitas biasanya tidak menyediakan kesempatan yang cukup untuk bereksperimen, sebagaimana juga ada beberapa keluarga yang memaksakan kendali terhadap anak-anaknya tanpa memberi kesempatan bagi mereka untuk memilih atau melakukan kesalahan.

  • Tekanan Sosial atau Keluarga

Sering kali seorang pemuda dipaksa untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan keinginan keluarga atau ekspektasi masyarakat, bukan atas dasar kerelaan pribadi. Semisal pemuda yang dipaksa untuk belajar di bidang kedokteran karena menghormati “nama baik keluarga” atau pemuda lain yang dipaksa belajar di luar negeri hanya karena itu adalah “kesempatan yang tidak datang dua kali”.

  • Takut Gagal

Ketakutan adalah salah satu rintangan terbesar bagi pemuda dalam mengambil keputusan. Ada sebagian pemuda yang takut nantinya akan menyesal, atau dihujat masyarakat jika melakukan kesalahan, sehingga ia lebih memilih “main aman” dan berjalan mengikuti arus tanpa pemikiran yang objektif.

  • Kebingungan Karena Banyaknya Pilihan

Pada zaman modern ini, banyak sekali muncul alternatif dan dunia makin terbuka. Ini justru menambah beban mental bagi para pemuda, karena mereka menjadi punya pilihan antara puluhan bidang dan jalan. Sedangkan pada generasi-generasi masa lalu, pilihan yang tersedia masih sangat terbatas.

  • Lemahnya Kepercayaan Diri

Mungkin ada pemuda yang punya pengetahuan dan bakat yang cukup bagus, tapi sering kali ia tidak percaya diri dengan keputusan-keputusannya dan selalu ragu. Hal ini karena ia tidak pernah mendapat dorongan untuk memikul tanggung jawab sejak kecil.

  • Kekacauan Konten Media dan Digital

Media-media informasi dan sosial menyuguhkan bagi para pemuda puluhan cerita dan pendapat yang saling bertolak belakang setiap hari. Ini menyebabkan timbulnya kekacauan berpikir dan mempengaruhi keputusan-keputusan mereka tanpa disadari.

Solusi-Solusi dan Arahan-Arahan

Setelah kita paparkan kerumitan kondisi yang dihadapi oleh para pemuda saat berada di persimpangan jalan, dan mengetahui berbagai sebab yang menyebabkan mereka ragu dan masuk ke dalam pilihan yang tidak tepat, maka terlihat sangat diharuskan untuk kita ajukan beberapa solusi realistis dan arahan-arahan praktis yang dapat menerangi jalan di hadapan mereka.

Menghadapi masalah tidak hanya dapat dilakukan dengan diagnosis saja, tapi harus dengan memberi sarana-sarana yang dapat menyokong para pemuda untuk melewati kebingungan, mengembalikan kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan yang matang dan terbangun di atas kesadaran, bukan diambil atas dasar emosi atau tekanan.

Berikut ini adalah beberapa usulan yang mungkin dapat membuat perbedaan nyata dalam perjalanan pada pemuda menuju masa depan yang lebih penuh kesadaran dan stabil:

  • Membuka kesempatan untuk melakukan uji coba secara nyata sejak dini

Memberi kesempatan bagi pemuda untuk melakukan eksperimen di berbagai bidang yang berbeda pada usia yang lebih awal dapat membantu mereka untuk mengeksplorasi diri mereka. Sekolah-sekolah dapat menyusun kegiatan kunjungan-kunjungan lapangan ke lembaga-lembaga profesional atau menyediakan kesempatan-kesempatan untuk latihan kerja sebelum lulus.

  • Menguatkan kesadaran dan pelatihan untuk mengambil keputusan

Penting sekali bagi sekolah dan universitas untuk menyusun program-program interaktif sebagai latihan bagi para siswa tentang cara mengambil keputusan, seperti workshop, pelatihan psikologis, atau bermain peran yang meniru kondisi realitas.

  • Mendorong keluarga untuk melakukan diskusi, alih-alih pemaksaan

Keluarga harus mengubah cara interaksi mereka dengan para pemuda, dari “Aku lebih mengetahui dirimu daripada dirimu sendiri” menjadi “Mari kita pikirkan bersama”. Diskusi nyata, mendengarkan, dan tidak buru-buru menghakimi dapat menghasilkan perbedaan besar dalam kehidupan pemuda.

  • Membangun kepercayaan diri dan kemampuan untuk memikul beban

Seorang pemuda tidak mungkin dapat memilih dengan baik apabila ia merasa takut atau lemah. Oleh karena itu, penting sekali untuk menguatkan kepercayaan dirinya, dan meyakinkannya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari dunia, tapi menjadi pengalaman berharga yang dapat menuntunnya menuju keputusan-keputusan yang lebih matang.

  • Memetik manfaat dari pengalaman-pengalaman pemuda yang inspiratif

Melihat seorang pemuda yang usianya tidak jauh berbeda dan telah berhasil melewati berbagai tantangan hidup tentu dapat menginspirasi orang lain. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menyusun pertemuan rutin antara para pemuda dengan figur-figur nyata di sekeliling mereka agar menjadi teladan positif bagi mereka.

Kesimpulannya, keputusan-keputusan pemuda bukan hanya menjadi keputusan-keputusan pribadi, tapi merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat, karena ketika kita membantu mereka untuk mengambil keputusan yang matang, berarti kita telah berkontribusi membangun generasi-generasi yang lebih sadar, produktif, dan stabil. Sedangkan jika kita membiarkan mereka sendirian di hadapan persimpangan jalan tanpa sinar petunjuk atau kompas, maka kita telah kehilangan sumber daya mereka atau bahkan kehilangan mereka sepenuhnya.

 

Sumber:

https://www.alukah.net/social/0/177338/مفترق-الطرق-قرارات-مصيرية-في-عمر-الشباب/1/شباب/

Sumber artikel PDF

Flashdisk Video Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28